Cara meningkatkan omzet restoran tanpa menambah pelanggan

Nasi goreng, kentang goreng, kue pandan, dan es kopi di meja kafe.

Kebanyakan pemilik restoran berpikir cara menaikkan omzet adalah menambah iklan. Padahal ada cara yang lebih murah: membuat setiap tamu yang sudah datang belanja sedikit lebih banyak.

Rumus sederhana omzet

Omzet = jumlah transaksi x nilai rata rata transaksi. Kalau nilai rata rata naik 20%, omzet ikut naik 20% dengan jumlah tamu yang sama.

1. Upsell di setiap pesanan

"Mau upsize?" adalah kalimat paling menguntungkan di F&B. Masalahnya, kasir yang sibuk sering lupa. Kiosk dan web order Otter menawarkan upsell di setiap pesanan, tanpa lelah.

2. Bundle yang masuk akal

Gabungkan menu utama dengan minuman atau dessert dengan harga yang terasa hemat. Tamu merasa untung, kamu dapat transaksi lebih besar.

3. Happy hour di jam sepi

Jam 14:00 sampai 16:00 sering sepi. Promo terjadwal bisa mengisi jam itu tanpa merusak harga di jam ramai.

4. Buat tamu kembali

Tamu yang kembali tidak butuh biaya iklan. Program loyalty membuat mereka punya alasan untuk datang lagi.

5. Jangan kehilangan tamu di antrian

Tamu yang pergi karena antrian adalah omzet yang hilang. Self order mengembalikan sekitar 20% penjualan yang hilang karena antrian.

6. Pakai data, bukan feeling

Lihat menu mana yang laris dan mana yang hanya memakan tempat. Otter Dashboard menampilkan insight dan prakiraan berbasis AI.

Mau lihat semua ini jalan di outletmu sendiri? Chat tim Otter lewat WhatsApp, kami siapkan demo sesuai menu dan alur dapurmu.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa kenaikan nilai pesanan yang realistis?

Mesin promo Otter dirancang untuk menaikkan rata rata nilai pesanan sekitar 20%. Hasil tiap outlet tergantung menu dan promo yang dipakai.

Baca juga